Beranda » Etika & Moral » Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
click image to preview activate zoom

Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi

Stok Pre Order
Kategori Etika & Moral, Gereja, Inspirasi/Motivasi, Pembinaan Warga Gereja, Teologi
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Order Langsung
Bagikan ke

Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi

Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi

Kita hidup di zaman yang berubah amat cepat. Fenomena ini sering disebut disrupsi, dari kata Latin dis-rumpere, ‘mencabut dari akar’. Bagi gereja, disrupsi adalah panggilan iman untuk membaca tanda-tanda zaman, mencari wajah ilahi dalam realitas yang terus berubah, baik alamiah, kultural, maupun personal. Disrupsi menantang kita keluar dari kenyamanan lama. Ia memaksa gereja menanggapi realitas baru dengan kesadaran reflektif, bukan sekadar reaksi pragmatis. Bila dibiarkan tanpa arah rohani, disrupsi menumbuhkan keterputusan—gereja kehilangan “akar” identitasnya. Tetapi jika diolah dengan iman, disrupsi justru menjadi ladang pembaruan rohani. Di era modern hingga digital, perubahan makin cepat: manusia memasuki masa “cyborg”, di mana batas tubuh dan teknologi kian kabur. Justru di tengah percepatan ini, iman kristiani dipanggil untuk menjaga kemanusiaan agar tidak kehilangan dimensi rohaninya.
Berdasarkan perjalanan panjang GKJ, kepemimpinan GKJ perlu menampilkan dua arah sekaligus, yaitu: berakar dan bersayap. Berakar artinya meneguhkan identitas iman dan sejarahnya sendiri. GKJ lahir dari tradisi Reformed (Gereformeerd), dengan penekanan pada kasih karunia dan tanggung jawab moral. Namun akar ini tidak boleh sekadar romantika sejarah; ia harus menjadi energi spiritual yang menuntun refleksi baru. Bersayap, artinya membuka diri pada perluasan cakrawala iman. GKJ tidak cukup bertahan dalam batas denominasi Calvinis; ia harus menapaki kedalaman Fakta Kristus yang universal. Dalam era disrupsi ini, GKJ memerlukan tipe pemimpin yang kritis sekaligus kontemplatif: mampu membaca data, namun juga mendengar suara hati; berakar pada iman Kristiani, tetapi bersayap dalam kreativitas budaya. Kepemimpinan adaptif tidak berarti meniru arus dunia, melainkan menafsirkan tanda-tanda zaman dengan kedalaman spiritual. Gereja yang terus bertahan, beradaptasi, dan mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup, tanpa kehilangan diri dan identitasnya, namun tetap menjadi pribadi-pribadi yang utuh dalam tatareksa rahmat penyelenggaraan ilahi.

 

Penulis : Pdt. Simon Rachmadi, Ph.D. | Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. | Dr. Andreas Kristianto, M.Fil. | Pdt. Dr. Tri Ratno Wahono, M.Th. | Pdt. Sundoyo, S.Si, MBA | Pdt. Aan Priyadi, M.Fil. | Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, S.Si., S.H., M.Min., M.H. | Pdt. Hery Windarta, M.Si. | Pdt. Dr. Seno Adhi Noegroho, M.Si. | Dr. Sri Sulastri, M.Pd. | Pdt. Mike Makahenggang, S.Si., MAPS | Okti Pertiwi, M.Pd. | Atun Pratiwi, M.Pd.K. | Pulung Sriyono Sanyoto, S.Pd., M.Fil. | Pdt. Andono Pawoko, M.Si. | Pdt. Kristi, S.Si., M.A. | Pdt. Lusindo Yosep Lumban Tobing, M.Th.
Editor: Dr. Andreas Kristianto, M.Fil.
Dimensi : 155 x 230 mm
Tebal : xii + 262 halaman
Tahun Terbit : 2026
ISBN : 978-623-8276-68-4

Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 37 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental Judul buku ini adalah Beauty for Brokenness yang sebenarnya dirujuk dalam nyanyian rohani karya Graham Kendrick (1993). Kendrick menulis syairnya bahwa, “Beauty for brokenness, hope for despair” (‘keindahan untuk kehancuran, harapan untuk keputusasaan’). “Lord, in your suffering, this is our prayer” (‘Tuhan, dalam…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Menerawang Perjuangan: Refleksi atas Perjuangan Manusia dalam Jebakan Realitas Sosial yang Tidak Menguntungkan

Menerawang Perjuangan: Refleksi atas Perjuangan Manusia dalam Jebakan Realitas Sosial yang Tidak Menguntungkan Teologi adalah sains tentang relasi manusia kepada Tuhan; sosiologi adalah sains tentang hubungan manusia kepada manusia lain,” demikian tulis E. Guy Talbott dalam artikel “The Relation between Theology and Sociology.”[1] Dari kutipan tersebut, muncul pemahaman bahwa kedua sains tersebut, sosiologi dan teologi,…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Pendidikan Agama Kristen bagi Anak: Buku Ajar untuk Perguruan Tinggi

Pendidikan Agama Kristen bagi Anak: Buku Ajar untuk Perguruan Tinggi Firman Tuhan yang dipelajari di sekolah Minggu pada masa kecil, dorongan hangat dari para jemaat dewasa, serta kenangan akan kebersamaan dalam makan dan bermain di gereja merupakan ingatan berharga yang menopang kehidupan kita. Pendidikan Kristen adalah panggilan penting yang menghadirkan momen-momen hangat dan penuh makna…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Dekolonisasi Resolusi Konflik

Dekolonisasi Resolusi Konflik Buku Dekolonisasi Resolusi Konflik merupakan salah satu upaya dekolonisasi dan indigenisasi resolusi konflik yang sampai saat ini masih didominasi oleh pendekatan Barat, baik secara filosofis, teoritis, dan praktis. Pada bagian pertama tulisannya yang berjudul resolusi konflik, penulis mengawali dengan memaparkan tentang apa itu konflik, jenis-jenisnya, dan penyebabnya. Pada bagian-bagian selanjutnya, penulis memaparkan…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Dari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama

Dari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama: Sejarah Pendidikan Modern di Tanah Papua dari Tuan Pandita Franzs Johanes Fredrijk van Hasselt kepada Tuan Pandita Domine Izaak Samuel Kijne (Mansinam, 23 Juni 1923–Medio September 1958) Tujuan penulisan buku Dari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama ini, merupakan rangkaian perjalanan Sejarah…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Menghidupi Kasih yang Inisiatif, Konsisten, Tanpa Syarat, dan Mengampuni: Riwayat Kasih Sayang dan Pelayanan Pt. Em. D. Setriana br Tarigan (31 Mei 1954-13 Januari 2025)

Menghidupi Kasih yang Inisiatif, Konsisten, Tanpa Syarat, dan Mengampuni: Riwayat Kasih Sayang dan Pelayanan Pt. Em. D. Setriana br Tarigan (31 Mei 1954-13 Januari 2025) Buku ini hadir sebagai wujud celebration of love dalam Menghidupi Kasih Inisiatif, Konsisten, Tanpa Syarat, dan Mengampuni. Buku ini adalah komitmen dan dedikasi dalam mendokumentasikan kasih sayang dan sebagian kecil…

*Harga Hubungi CS
Pre Order
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Uji Lestari
● online
Uji Lestari
● online
Halo, perkenalkan saya Uji Lestari
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja