Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
| Stok | Pre Order |
| Kategori | Etika & Moral, Gereja, Inspirasi/Motivasi, Pembinaan Warga Gereja, Teologi |
Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
Kita hidup di zaman yang berubah amat cepat. Fenomena ini sering disebut disrupsi, dari kata Latin dis-rumpere, ‘mencabut dari akar’. Bagi gereja, disrupsi adalah panggilan iman untuk membaca tanda-tanda zaman, mencari wajah ilahi dalam realitas yang terus berubah, baik alamiah, kultural, maupun personal. Disrupsi menantang kita keluar dari kenyamanan lama. Ia memaksa gereja menanggapi realitas baru dengan kesadaran reflektif, bukan sekadar reaksi pragmatis. Bila dibiarkan tanpa arah rohani, disrupsi menumbuhkan keterputusan—gereja kehilangan “akar” identitasnya. Tetapi jika diolah dengan iman, disrupsi justru menjadi ladang pembaruan rohani. Di era modern hingga digital, perubahan makin cepat: manusia memasuki masa “cyborg”, di mana batas tubuh dan teknologi kian kabur. Justru di tengah percepatan ini, iman kristiani dipanggil untuk menjaga kemanusiaan agar tidak kehilangan dimensi rohaninya.
Berdasarkan perjalanan panjang GKJ, kepemimpinan GKJ perlu menampilkan dua arah sekaligus, yaitu: berakar dan bersayap. Berakar artinya meneguhkan identitas iman dan sejarahnya sendiri. GKJ lahir dari tradisi Reformed (Gereformeerd), dengan penekanan pada kasih karunia dan tanggung jawab moral. Namun akar ini tidak boleh sekadar romantika sejarah; ia harus menjadi energi spiritual yang menuntun refleksi baru. Bersayap, artinya membuka diri pada perluasan cakrawala iman. GKJ tidak cukup bertahan dalam batas denominasi Calvinis; ia harus menapaki kedalaman Fakta Kristus yang universal. Dalam era disrupsi ini, GKJ memerlukan tipe pemimpin yang kritis sekaligus kontemplatif: mampu membaca data, namun juga mendengar suara hati; berakar pada iman Kristiani, tetapi bersayap dalam kreativitas budaya. Kepemimpinan adaptif tidak berarti meniru arus dunia, melainkan menafsirkan tanda-tanda zaman dengan kedalaman spiritual. Gereja yang terus bertahan, beradaptasi, dan mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup, tanpa kehilangan diri dan identitasnya, namun tetap menjadi pribadi-pribadi yang utuh dalam tatareksa rahmat penyelenggaraan ilahi.
Penulis : Pdt. Simon Rachmadi, Ph.D. | Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. | Dr. Andreas Kristianto, M.Fil. | Pdt. Dr. Tri Ratno Wahono, M.Th. | Pdt. Sundoyo, S.Si, MBA | Pdt. Aan Priyadi, M.Fil. | Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, S.Si., S.H., M.Min., M.H. | Pdt. Hery Windarta, M.Si. | Pdt. Dr. Seno Adhi Noegroho, M.Si. | Dr. Sri Sulastri, M.Pd. | Pdt. Mike Makahenggang, S.Si., MAPS | Okti Pertiwi, M.Pd. | Atun Pratiwi, M.Pd.K. | Pulung Sriyono Sanyoto, S.Pd., M.Fil. | Pdt. Andono Pawoko, M.Si. | Pdt. Kristi, S.Si., M.A. | Pdt. Lusindo Yosep Lumban Tobing, M.Th.
Editor: Dr. Andreas Kristianto, M.Fil.
Dimensi : 155 x 230 mm
Tebal : xii + 262 halaman
Tahun Terbit : 2026
ISBN : 978-623-8276-68-4
Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 11 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dokumen Teologi Sosial GKJ
Dokumen Teologi Sosial GKJ Seperti Kristus yang menjadi cara Tuhan untuk hadir bagi dunia dengan tujuan untuk pemulihan maka GKJ juga memiliki spirit tersebut. Gereja dipanggil untuk menghadirkan kasih secara konseptual menjadi praktik yang nyata dalam kehidupan. Seperti Sang Sabda menjadi Daging demikian juga gereja harus menghadirkan konsep kasih dalam pelayanan-pelayanan sosial yang tujuannya adalah…
*Harga Hubungi CSMozaik Kasih: 75 Tahun Perjalanan GKJ Moga
Mozaik Kasih: 75 Tahun Perjalanan GKJ Moga Memasuki usia 75 tahun, GKJ Moga berdiri sebagai saksi nyata atas perjalanan panjang pelayanan yang dipenuhi kasih Tuhan. “Mozaik Kasih: Perjalanan Pelayanan GKJ Moga”, yang menjadi tema perayaan tahun ini, adalah cerminan dari keberagaman pengalaman, peristiwa, dan kesaksian iman yang dialami oleh jemaat selama tiga perempat abad perjalanan…
*Harga Hubungi CSBeyond The Broken Spirits: Teologi Trauma, Kesehatan Mental, dan Resiliensi
Beyond The Broken Spirits: Teologi Trauma, Kesehatan Mental, dan Resiliensi Buku ini adalah kompilasi enam belas karya teolog muda sahabat PERSETIA yang mengeksplorasi berbagai dimensi trauma dari beragam konteks dan perspektif keilmuan. Keberagaman ini menghasilkan peta kecil teologi trauma masa kini, yang bertolak dari luka dan pengalaman para korban, yang jarang terdengar dalam literatur arus…
*Harga Hubungi CSBeauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental
Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental Judul buku ini adalah Beauty for Brokenness yang sebenarnya dirujuk dalam nyanyian rohani karya Graham Kendrick (1993). Kendrick menulis syairnya bahwa, “Beauty for brokenness, hope for despair” (‘keindahan untuk kehancuran, harapan untuk keputusasaan’). “Lord, in your suffering, this is our prayer” (‘Tuhan, dalam…
*Harga Hubungi CSPertelaan Gereja-gereja Kristen Jawa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa)
Pertelaan Gereja-gereja Kristen Jawa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa) Gereja Kristen Jawa menghayati bahwa gereja dipanggil untuk memelihara kehidupan orang percaya dan menyatakan kasih Tuhan bagi seluruh ciptaan. Salah satu cara untuk memelihara kehidupan orang beriman adalah melalui pelayanan ibadah harian dan mingguan. Dalam peribadahan ini, gereja membangun relasi antara orang beriman dengan Tuhan dan…
*Harga Hubungi CSDari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama
Dari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama: Sejarah Pendidikan Modern di Tanah Papua dari Tuan Pandita Franzs Johanes Fredrijk van Hasselt kepada Tuan Pandita Domine Izaak Samuel Kijne (Mansinam, 23 Juni 1923–Medio September 1958) Tujuan penulisan buku Dari Pulau Mansinam ke Kaki Bukit Aitumieri Miei Teluk Wondama ini, merupakan rangkaian perjalanan Sejarah…
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.