Beranda » Pastoral » Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental
click image to preview activate zoom

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental

Stok Pre Order
Kategori Pastoral, Teologi
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Order Langsung
Bagikan ke

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental

Judul buku ini adalah Beauty for Brokenness yang sebenarnya dirujuk dalam nyanyian rohani karya Graham Kendrick (1993). Kendrick menulis syairnya bahwa, “Beauty for brokenness, hope for despair” (‘keindahan untuk kehancuran, harapan untuk keputusasaan’). “Lord, in your suffering, this is our prayer” (‘Tuhan, dalam penderitaan-Mu, inilah doa kami’). Beberapa syairnya mengungkapkan refleksi teologis yang mendalam atas kehancuran diri dan sosial dengan istilah broken. Pada tahun 2024 kemarin, kami para dosen STAK Marturia menyadari topik penting, yaitu kesehatan mental sebagai situasi yang “broken”, sehingga menjadi diskursus teologi dan pendidikan agama Kristen. Bahkan pandemi COVID-19 yang terjadi selama tiga tahun ini (2020-2022), juga menyisakan banyak pengalaman traumatis dan duka. Kita tidak bisa memungkiri bahwa berbagai peristiwa tersebut meninggalkan trauma, baik secara individual maupun komunal. Semua peristiwa ini memperlihatkan kepada kita secara jelas bahwa problem kesehatan mental adalah sebuah fenomena yang tidak bisa kita dihindari.

 

Penulis : Defrita Rufikasari, S.Si.Teol., M.Fil.  |  Andreas Kristianto, S.Si.Teol., M.Fil.  |  Elizabeth Widya Herlina  |  Pdt. Renee Rahadiyan L.K., M.Fil.  |  Pdt. Sundoyo, S.Si., MBA  |  Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, S.Si., S.H., M.Min., M.H.  |  Pdt. Aan Priyadi, S.Th., M.Fil.  |  Pdt. Mike Makahenggang, S.Si., MAPS  |  Dr. Sri Sulastri, M.Pd.  |  Okti Pertiwi, M.Pd.
Editor : Pdt. Renee Rahadiyan L.K., M.Fil.
Dimensi : 155 x 230 mm
Tebal : viii + 216 halaman
Tahun Terbit : 2025
ISBN : 978-623-8276-48-6

Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental

Berat 100 gram
Kondisi Baru
Dilihat 184 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Luangkanlah Waktu untuk Anakmu

Luangkanlah Waktu untuk Anakmu Manfaat yang akan diperoleh pembaca sebagai berikut: Pembaca bisa belajar dari buku ini dengan meluangkan waktu bersama anak yang dipercayakan Tuhan pada kita sebagai orang tua. Kelebihan dan keunikan buku: Produk ini ditulis berdasarkan kasih dan fokus pada pelayan Tuhan yang memberikan edukasi pada anaknya. Hingga anak tersebut mengikuti jejak langkah…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Ndhèrèkké Marek Gusti: Kematian dalam Teologi dan Pendidikan

Ndhèrèkké Marek Gusti: Kematian dalam Teologi dan Pendidikan Dalam agama lain (non-Kristen), kematian adalah akhir dari perjalanan manusia di dunia ini. Sesudah kematian manusia masih harus diproses agar mendapatkan keselamatan atau hidup kekal atau masuk sorga. Dalam agama Kristen, kematian adalah akhir dari suatu perjalanan eksistensi manusia di dunia dan akan dilanjutkan sesudah kematian. Mati…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan Dalam berbagai masyarakat, tubuh perempuan telah menjadi arena pertarungan kekuasaan yang dibentuk oleh budaya, adat, dan struktur sosial patriarkhal. Tubuh perempuan sering diperlakukan sebagai objek kepemilikan laki-laki, baik oleh ayah, saudara laki-laki, maupun suami. Kondisi ini memperkuat praktik politik tubuh, yakni berbagai mekanisme sosial dan budaya…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Kajian Pelayanan Pendeta Emeritus GKJ

Kajian Pelayanan Pendeta Emeritus GKJ Tata Gereja dan Tata Laksana (TGTL) GKJ menyebut bahwa pendeta emeritus adalah pendeta yang diberi penghargaan oleh gereja karena telah mencapai usia 60 tahun atau karena alasan khusus yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari sisi fungsional, pendeta emeritus tetap melaksanakan fungsi kependetaannya (lih. TGTL GKJ pasal 1). Biasanya, istilah “emeritus” digunakan untuk…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Penyadaran Konservasi Gajah Sumatera: Eco-Spirituality dalam Perspektif Islam-Kristen (Seri Eco-Spirituality)

Penyadaran Konservasi Gajah Sumatera: Eco-Spirituality dalam Perspektif Islam-Kristen (Seri Eco-Spirituality) Diskusi tentang hubungan agama dan ekologi bukanlah hal yang baru. Bahkan dapat dikatakan diskusi tersebut seusia teks-teks suci agama itu sendiri. Mengapa? Setiap agama memiliki narasi-narasi suci penciptaan alam dan manusia yang menjadi world view bagi pemeluknya untuk memahami posisi manusia dalam hubungannya dengan Sang…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Refleksi di Ujung Senja

Refleksi di Ujung Senja Kehidupan ini dapat diibaratkan seperti terbit sampai dengan terbenamnya matahari. Namun sebenarnya, matahari terbenam bukan karena ia menghilang melainkan karena bumi bergerak mengitarinya sehingga matahari terlihat seakan bergerak terbenam. Itu hanya sebuah fenomena yang biasa dibahasakan bahwa setiap hari, matahari terbit di ufuk timur dan terbenam pada senja hari di ufuk…

*Harga Hubungi CS
Pre Order
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Uji Lestari
● online
Uji Lestari
● online
Halo, perkenalkan saya Uji Lestari
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja