Dekolonisasi Resolusi Konflik
| Stok | Pre Order |
| Kategori | Etika & Moral, Teologi |
Dekolonisasi Resolusi Konflik
Dekolonisasi Resolusi Konflik
Buku Dekolonisasi Resolusi Konflik merupakan salah satu upaya dekolonisasi dan indigenisasi resolusi konflik yang sampai saat ini masih didominasi oleh pendekatan Barat, baik secara filosofis, teoritis, dan praktis. Pada bagian pertama tulisannya yang berjudul resolusi konflik, penulis mengawali dengan memaparkan tentang apa itu konflik, jenis-jenisnya, dan penyebabnya. Pada bagian-bagian selanjutnya, penulis memaparkan berbagai macam topik berkaitan dengan pentingnya dekolonisasi dan indigenisasi resolusi konflik, di antaranya: membongkar warisan-warisan kolonialisme yang masih mengakar dalam masyarakat modern dan terpatri dalam hubungan kolonial yang disebut sebagai kolonialitas; dekolonisasi epistimelogi dan resolusi konflik; resolusi konflik keindonesiaan, yang merupakan eksplorasi pendekatan resolusi konflik berbasis kearifan lokal budaya Nusantara; dan restoratif justice sebagai salah satu model dekolonisasi resolusi konflik politik yang berakar pada indigenous culture di Afrika.
Penulis : Pdt. Agus Supratikno
Dimensi : 155 x 230 mm
Tebal : viii + 158 halaman
Tahun Terbit : 2025
ISBN : 978-623-8276-51-6
Dekolonisasi Resolusi Konflik
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 108 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Noble Medicopreneurial Doctor
Noble Medicopreneurial Doctor Menjadi dokter itu baik, tetapi menjadi dokter yang baik itu lebih baik lagi. Lalu apa itu dokter yang baik? Dalam buku ini akan sedikit diuraikan tentang bagaimana seharusnya menjadi dokter yang baik. Hal ini dapat disimak dari judul buku yang dipilih oleh penulis, Noble Medicoprenerural Doctor. Di sini ada tiga kata kunci,…
*Harga Hubungi CSMencari Raut Berteologi Lembaga
Mencari Raut Berteologi Lembaga Buku ini lahir dari sebuah harapan besar untuk dapat memotret sebuah kegelisahan, sekurang-kurangnya seperti apa yang tersirat dari tajuk yang dipilih. Karena pada dasarnya penulis yang menjalani tugas untuk mempelajari sekaligus berproses memasuki hidup pelayanan misi kelembagaan gerejawi, adalah pribadi yang tidak cukup lengkap memiliki pengetahuan dan pengalaman. Maka, langkah demi…
*Harga Hubungi CSPenyadaran Konservasi Gajah Sumatera: Eco-Spirituality dalam Perspektif Islam-Kristen (Seri Eco-Spirituality)
Penyadaran Konservasi Gajah Sumatera: Eco-Spirituality dalam Perspektif Islam-Kristen (Seri Eco-Spirituality) Diskusi tentang hubungan agama dan ekologi bukanlah hal yang baru. Bahkan dapat dikatakan diskusi tersebut seusia teks-teks suci agama itu sendiri. Mengapa? Setiap agama memiliki narasi-narasi suci penciptaan alam dan manusia yang menjadi world view bagi pemeluknya untuk memahami posisi manusia dalam hubungannya dengan Sang…
*Harga Hubungi CSBeauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental
Beauty for Brokenness: Suatu Diskursus Teologis tentang Pengalaman Traumatis dan Kesehatan Mental Judul buku ini adalah Beauty for Brokenness yang sebenarnya dirujuk dalam nyanyian rohani karya Graham Kendrick (1993). Kendrick menulis syairnya bahwa, “Beauty for brokenness, hope for despair” (‘keindahan untuk kehancuran, harapan untuk keputusasaan’). “Lord, in your suffering, this is our prayer” (‘Tuhan, dalam…
*Harga Hubungi CSGereja Tepi Sungai: Membangun Teologi Air di Tengah Tantangan Krisis Ekologis Perkotaan
Gereja Tepi Sungai: Membangun Teologi Air di Tengah Tantangan Krisis Ekologis Perkotaan Gereja Tepi Sungai, awalnya bukan identitas yang membanggakan. Justru terkesan nyinyiran alias ejekan. Membuat minder! Faktanya, masyarakat perkotaan jarang yang mau tinggal di sekitar sungai. Kecuali, terpaksa! Katanya takut kebajiran, rawan longsor, bau sampah, dan sumber ragam penyakit. Umumnya, rumah-rumah di perkotaan pun…
*Harga Hubungi CSAgama dan Politik
Agama dan Politik Selama sebagian besar abad ke-19 dan ke-20, ada asumsi di antara para ilmuwan sosial bahwa agama ditakdirkan untuk “layu” seiring dengan modernisasi masyarakat di seluruh dunia. Para cendekiawan berpendapat bahwa ilmu pengetahuan dan akal budi pasti akan menggantikan agama sebagai kekuatan yang membimbing dan menata individu dan masyarakat. Tetapi, agama menolak untuk…
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.