Beragama yang Humanis
| Stok | Pre Order |
| Kategori | Teologi |
Beragama yang Humanis
Beragama yang Humanis
Mengapa beragama yang humanis? Apakah itu artinya ada beragama yang tidak humanis? Atau pertanyaan lainnya adalah bukankah sudah seharusya agama itu humanis? Harus diakui judul buku ini, beragama yang humanis, akan memunculkan berbagai pertanyaan dan penafsiran. Dalam bahasa Inggris, kata humanis diterjemahkan dengan humane yang memiliki makna sikap yang menunjukkan perhatian, kepedulian, dan simpati terhadap yang lain, khususnya mereka yang sedang berada dalam situasi menderita. Itu artinya, jika humanis dikenai makna tersebut, maka secara bahasa beragama yang humanis berarti sikap beragama yang menunjukkan perhatian, kepedulian, dan simpati kepada orang lain, khususnya sesama manusia yang berada dalam keadaan menderita. Singkatnya, beragama yang humanis dari perspektif bahasa memberikan penekanan kepada nilai kepedulian, simpati, dan keberpihakan.
Penulis : Wahyu Nugroho, Wahyu Nugroho, Danang Kristiawan, Kamilia Hamidah, Abdullah, Siti Robi’ah Adawiyah, Andi A. Lukito, Bilal Ahmad Bonyan, Desy Putri Ratnasari, Novisius Bivarelly Bokay, Syarifah Ainun Jamilah, Mujibur Rahman, Novita Sari, Michael Angga S. Manihuruk, Ita Fitri Astuti, Samuel Hadi Wibowo, M. Jaelani Mas’ud, Alamsyah K. Manu, Annisa Eka Nurfitria, William Alexander, Nasrotu Rahmah, Mohammad Afifi, Qonitah Laili Sakinah, Sofiyatul Hasanah, Yulius Setyo Nugroho, Stefanus Christian Haryono, Junifrius Gultom
Dimensi : 160 x 240 mm
Tebal : vi + 240 halaman
Tahun Terbit : 2022
ISBN : 978-602-6414-91-5
Beragama yang Humanis
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 396 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dekolonisasi Resolusi Konflik
Dekolonisasi Resolusi Konflik Buku Dekolonisasi Resolusi Konflik merupakan salah satu upaya dekolonisasi dan indigenisasi resolusi konflik yang sampai saat ini masih didominasi oleh pendekatan Barat, baik secara filosofis, teoritis, dan praktis. Pada bagian pertama tulisannya yang berjudul resolusi konflik, penulis mengawali dengan memaparkan tentang apa itu konflik, jenis-jenisnya, dan penyebabnya. Pada bagian-bagian selanjutnya, penulis memaparkan…
*Harga Hubungi CSMerebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan
Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan Dalam berbagai masyarakat, tubuh perempuan telah menjadi arena pertarungan kekuasaan yang dibentuk oleh budaya, adat, dan struktur sosial patriarkhal. Tubuh perempuan sering diperlakukan sebagai objek kepemilikan laki-laki, baik oleh ayah, saudara laki-laki, maupun suami. Kondisi ini memperkuat praktik politik tubuh, yakni berbagai mekanisme sosial dan budaya…
*Harga Hubungi CSAfinitas Sinkretisme dan Perwujudan Ekspresi Keagamaan yang Membumi: Realitas, Hambatan, Penyikapan Kritis, dan Relevansinya
Afinitas Sinkretisme dan Perwujudan Ekspresi Keagamaan yang Membumi: Realitas, Hambatan, Penyikapan Kritis, dan Relevansinya Diskursus mengenai sinkretisme kerap menjadi “hantu” teologis yang menakutkan, memicu kecemasan akan hilangnya kemurnian iman Kristiani. Namun, buku ini hadir untuk membongkar mitos tersebut melalui pendekatan kritis-apresiatif. Ditulis melalui kolaborasi antara Fakultas Teologi UKDW dan Sinode GKJ, karya ini menegaskan bahwa…
*Harga Hubungi CSDokumen Teologi Sosial GKJ
Dokumen Teologi Sosial GKJ Seperti Kristus yang menjadi cara Tuhan untuk hadir bagi dunia dengan tujuan untuk pemulihan maka GKJ juga memiliki spirit tersebut. Gereja dipanggil untuk menghadirkan kasih secara konseptual menjadi praktik yang nyata dalam kehidupan. Seperti Sang Sabda menjadi Daging demikian juga gereja harus menghadirkan konsep kasih dalam pelayanan-pelayanan sosial yang tujuannya adalah…
*Harga Hubungi CSPolitik Ketakutan dan Harapan: Refleksi Kritis dalam Bingkai Teologi Publik bagi Masyarakat Multiagama Indonesia untuk Melawan Rasa Takut Kolektif dan Polarisasi
Politik Ketakutan dan Harapan: Refleksi Kritis dalam Bingkai Teologi Publik bagi Masyarakat Multiagama Indonesia untuk Melawan Rasa Takut Kolektif dan Polarisasi Timor non est in caritate. Demikian kata Yohanes selaku penginjil persahabatan, artinya: “Di dalam kasih tidak ada ketakutan” (1Yoh. 4:18). Lawan dari kasih tampaknya bukan kebencian, namun ketakutan. Namun demikian, lewat telikung berbeda, Danang…
*Harga Hubungi CSPendidikan Agama Kristen Interelasi: Pendidikan Agama Kristen yang Berelasi dengan Budaya dan Kehidupan
Pendidikan Agama Kristen Interelasi: Pendidikan Agama Kristen yang Berelasi dengan Budaya dan Kehidupan Kegelisahan utama yang mendorong penulisan buku ini adalah kecenderungan Pendidikan Agama Kristen yang masih bersifat reduktif, terutama ketika iman dipisahkan dari budaya atau ketika budaya diperlakukan semata-mata sebagai ancaman terhadap kemurnian iman. Dalam banyak praktik, pendidikan iman berlangsung secara monologis dan hierarkis,…
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.