Rumah bagi Jemaat dan Saluran Berkat bagi Masyarakat
| Stok | Pre Order |
| Kategori | Gereja, Sejarah |
Rumah bagi Jemaat dan Saluran Berkat bagi Masyarakat
Rumah bagi Jemaat dan Saluran Berkat bagi Masyarakat
Berbicara tentang rumah, bagi masyarakat Karo di Jakarta, GBKP—di manapun ia berada—merupakan salah satu rumah, tempat berkumpul dan berkomunitas, tempat belajar, tempat melayani, serta tempat bertumbuh secara sosial dan tentu secara rohani. Pada tanggal 15 September, 50 tahun yang lalu, kebaktian pertama jemaat GBKP Kebayoran Lama terlaksana di sebuah rumah berukuran 5 x 12 meter di Jalan Tanah Kusir, sebuah rumah di Kompleks Perumahan PT. Saudaranta, perusahaan angkutan umum yang dimiliki oleh putra Tanah Karo Radja Oekoem Sembiring Meliala. Dalam lima dasawarsa itu pula, dengan berawal dari hanya 50 orang jemaat, GBKP Kebayoran Lama telah melahirkan empat runggun jemaat baru, yakni: GBKP Runggun Pengumben, kemudian bersama dengan GBKP Cililitan membentuk GBKP Runggun Pasar Minggu, menyusul GBKP Runggun Reni Jaya, dan GBKP Runggun Ciledug. Ketika pandemi COVID-19 melanda seluruh bumi, tentu saja jemaat GBKP Kebayoran Lama juga bergandengan tangan dan saling berangkulan menghadapinya dengan kesatuan hati dan berbagai inovasi dalam memuji nama Tuhan, yang menjadi tembok kokoh sebuah rumah yang melindungi isinya dari terpaan badai. Dengan kekayaan dalam identitas rohani dan kesukuannya, jemaat GBKP pun selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan zaman yang harus dijawab dengan selalu mengingat dari mana kita berakar, seperti apa kita bertumbuh, dan tetap menjadi saluran berkat bagi sesama.
Lebih dari itu, jemaat GBKP harus selalu kembali ke rumahnya.
Penulis : Dk. Em. Ernalem Bangun, Esra Junius Ginting, Edna Tarigan, Harvan Purba, & Samantha Nalindra Perangin-angin
Dimensi : 155 x 230 mm
Tebal : xxxiv + 130 halaman
Tahun Terbit : 2024
ISBN : 978-623-8276-34-9 | 978-623-8276-35-6 (PDF)
Rumah bagi Jemaat dan Saluran Berkat bagi Masyarakat
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 303 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Bertumbuh Bersama Tuhan Penuh Syukur: Syukur Purnakarya dan Syukur 45 Tahun Pernikahan Pendeta (Em.) Zeth Ehud Hoata dan Ibu Guru Irwana Asumbak
Bertumbuh Bersama Tuhan Penuh Syukur: Syukur Purnakarya dan Syukur 45 Tahun Pernikahan Pendeta (Em.) Zeth Ehud Hoata dan Ibu Guru Irwana Asumbak Perjumpaan dan pelayanan bersama secara gerejawi yang lahir dari rahim pelayanan emansipatoris kemurahan Allah di dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus, akan selalu melahirkan bentuk-bentuk pelayanan gerejawi inklusif dan saling mengemansipasi antar sesama…
*Harga Hubungi CSPerjalanan 90 Tahun GKI Ngupasan: Menjadi Keluarga Kristus yang “AKRAB” (Apresiatif, Kreatif, Responsif, Akuntabel, dan Bermisi)
Perjalanan 90 Tahun GKI Ngupasan: Menjadi Keluarga Kristus yang “AKRAB” (Apresiatif, Kreatif, Responsif, Akuntabel, dan Bermisi) Hampir kebanyakan orang ketika bicara usia 90 tahun, berkata “wow sudah tua!” Entah kalimat ini mau dipahami positif atau negatif, yang pasti 90 tahun tidak seharusnya hanya menjadi angka yang menunjukkan umur, melainkan menunjukkan pengalaman-pengalaman berharga untuk terus disyukuri…
*Harga Hubungi CSKepemimpinan GKJ di Era Disrupsi
Kepemimpinan GKJ di Era Disrupsi Kita hidup di zaman yang berubah amat cepat. Fenomena ini sering disebut disrupsi, dari kata Latin dis-rumpere, ‘mencabut dari akar’. Bagi gereja, disrupsi adalah panggilan iman untuk membaca tanda-tanda zaman, mencari wajah ilahi dalam realitas yang terus berubah, baik alamiah, kultural, maupun personal. Disrupsi menantang kita keluar dari kenyamanan lama….
*Harga Hubungi CSBuku Panduan Keikutsertaan Anak dalam Perjamuan Kudus
Buku Panduan Keikutsertaan Anak dalam Perjamuan Kudus Pembicaraan tentang keikutsertaan anak dalam perjamuan kudus bukanlah hal yang baru bagi GKI SW Jawa Tengah. Sejak tahun 1996 Reformed Ecumenical Council (REC), di mana GKI Jawa Tengah menjadi salah satu anggotanya, telah memutuskan agar gereja-gereja anggotanya mengikutsertakan anak dalam Perjamuan Kudus. Keputusan ini diambil setelah melalui studi…
*Harga Hubungi CSKisah Kyai Wakya Pak Kamirah dan Kyai Sesam Midin: Karya Bersama Membangun Komunitas Kristen Kertorejo (1836–1895)
Kisah Kyai Wakya Pak Kamirah dan Kyai Sesam Midin: Karya Bersama Membangun Komunitas Kristen Kertorejo (1836–1895) Dari begitu banyak tulisan sejarah, baik sekuler maupun gerejawi, tulisan yang ada di hadapan kita ini tampil dalam rupa yang bukan sekadar catatan sejarah gerejawi. Tulisan ini terasa hidup karena ia adalah wujud nyata dari salah satu Tri Tugas…
*Harga Hubungi CSMozaik Kasih: 75 Tahun Perjalanan GKJ Moga
Mozaik Kasih: 75 Tahun Perjalanan GKJ Moga Memasuki usia 75 tahun, GKJ Moga berdiri sebagai saksi nyata atas perjalanan panjang pelayanan yang dipenuhi kasih Tuhan. “Mozaik Kasih: Perjalanan Pelayanan GKJ Moga”, yang menjadi tema perayaan tahun ini, adalah cerminan dari keberagaman pengalaman, peristiwa, dan kesaksian iman yang dialami oleh jemaat selama tiga perempat abad perjalanan…
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.