Beranda » Etika & Moral » Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan
click image to preview activate zoom

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan

Stok Pre Order
Kategori Etika & Moral, Pastoral, Tafsir dan Studi Alkitab, Teologi
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Order Langsung
Bagikan ke

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan

Dalam berbagai masyarakat, tubuh perempuan telah menjadi arena pertarungan kekuasaan yang dibentuk oleh budaya, adat, dan struktur sosial patriarkhal. Tubuh perempuan sering diperlakukan sebagai objek kepemilikan laki-laki, baik oleh ayah, saudara laki-laki, maupun suami. Kondisi ini memperkuat praktik politik tubuh, yakni berbagai mekanisme sosial dan budaya yang mengatur, membatasi, dan mengendalikan tubuh perempuan. Situasi ini menyebabkan perempuan kehilangan otoritas terhadap tubuhnya serta tidak memiliki ruang untuk membuat keputusan yang menyangkut keselamatan dan martabat dirinya. Di sisi lain, sejumlah pemikiran teologis dan feminis mencoba menawarkan pembacaan baru terhadap tubuh perempuan. Teologi tubuh menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, sehingga tubuh perempuan memiliki nilai spiritual, moral, dan eksistensial yang setara. Dengan demikian, pembahasan mengenai politik tubuh, otoritas tubuh, dan teologi tubuh perempuan menjadi sangat penting dalam konteks penelitian ini. Ketiganya memberikan kerangka untuk menganalisis bagaimana tubuh perempuan diperlakukan dalam budaya patriarkhal, bagaimana perempuan dapat merebut kembali hak dan kuasa atas tubuhnya, serta bagaimana tubuh perempuan dapat dipahami sebagai bagian integral dari martabat dan spiritualitas manusia. Tulisan ini berupaya menelusuri dinamika tersebut untuk melihat sejauh mana pemaknaan baru terhadap tubuh perempuan dapat menjadi dasar pembebasan dan pemulihan martabat perempuan dalam masyarakat.

 

Penulis : Asnath Niwa Natar
Dimensi : 140 x 205 mm
Tebal : vi + 98 halaman
Tahun Terbit : 2025
ISBN : 978-623-8276-63-9

Merebut Kembali Tubuh: Politik, Otoritas, dan Teologi Tubuh Perempuan

Berat 100 gram
Kondisi Baru
Dilihat 112 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

De Scripturis Meditans: Kumpulan Refleksi Teologi Biblis

De Scripturis Meditans: Kumpulan Refleksi Teologi Biblis Buku De Scripturis Meditans merupakan sebuah antologi berharga yang menghimpun 28 buah pikir teologis Prof. Emanuel Gerrit Singgih selama rentang waktu sekitar 20 tahun. Dipersembahkan sebagai tanda perpisahan penulis dengan dunia perguruan tinggi teologi yang telah digelutinya sejak tahun 1972, karya ini mencerminkan kreativitas, keluasan, serta kedalaman pemikiran…

Rp 200.000
Tersedia

Seri Studi Alkitab: Kupas-Kupas Perjanjian Baru (Bagian 1)

Seri Studi Alkitab: Kupas-Kupas Perjanjian Baru (Bagian 1) Kupas-Kupas Perjanjian Baru ini adalah kumpulan studi atas kitab-kitab Perjanjian Baru secara acak. Maksud secara acak di sini adalah tidak ada sebuah upaya untuk memilih teks-teks Perjanjian Baru itu menurut urut-urutan pasal dalam sebuah kitab Perjanjian Baru. Karena secara acak, maka ada kitab Perjanjian Baru yang tidak…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Ruang Interkultural dalam Pendampingan Kedukaan: Rekonstruksi Praksis Pastoral Kedukaan yang Manusiawi, Kontekstual, dan Interkultural

Ruang Interkultural dalam Pendampingan Kedukaan: Rekonstruksi Praksis Pastoral Kedukaan yang Manusiawi, Kontekstual, dan Interkultural Kehilangan selalu datang tanpa kompromi, merenggut keseimbangan hidup dan meninggalkan luka yang tak kasat mata. Buku Ruang Interkultural dalam Pendampingan Kedukaan mengajak pembaca menelusuri bagaimana duka bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan peristiwa komunal yang menyentuh iman, budaya, dan relasi sosial. Dengan…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Refleksi di Ujung Senja

Refleksi di Ujung Senja Kehidupan ini dapat diibaratkan seperti terbit sampai dengan terbenamnya matahari. Namun sebenarnya, matahari terbenam bukan karena ia menghilang melainkan karena bumi bergerak mengitarinya sehingga matahari terlihat seakan bergerak terbenam. Itu hanya sebuah fenomena yang biasa dibahasakan bahwa setiap hari, matahari terbit di ufuk timur dan terbenam pada senja hari di ufuk…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Lucunya Agama, Alkitab, dan UKDW: Humor sebagai Kritik Lembut Terhadap Kebekuan Sosial

Lucunya Agama, Alkitab, dan UKDW: Humor sebagai Kritik Lembut Terhadap Kebekuan Sosial Humor diperlukan untuk memecah kebekuan hidup. Di masa modern kebekuan hidup merupakan masalah struktural yang tidak tampak namun terasa dan sangat menentukan. Manusia modern hidup tetapi mati, mati tetapi hidup. Segala sesuatu dipolakan, dibakukan yang lalu menjadi beku. Dunia keagamaan dan pendidikan menjadi…

*Harga Hubungi CS
Pre Order

Kajian Pelayanan Pendeta Emeritus GKJ

Kajian Pelayanan Pendeta Emeritus GKJ Tata Gereja dan Tata Laksana (TGTL) GKJ menyebut bahwa pendeta emeritus adalah pendeta yang diberi penghargaan oleh gereja karena telah mencapai usia 60 tahun atau karena alasan khusus yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari sisi fungsional, pendeta emeritus tetap melaksanakan fungsi kependetaannya (lih. TGTL GKJ pasal 1). Biasanya, istilah “emeritus” digunakan untuk…

*Harga Hubungi CS
Pre Order
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Uji Lestari
● online
Uji Lestari
● online
Halo, perkenalkan saya Uji Lestari
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja