Member Area
Yahoo Messenger
Facebook
Review Buku : MENDULANG SABDA: 15 REFLEKSI ALKITABIAH TENTANG ZIARAH HIDUP BATIN
Judul Buku : MENDULANG SABDA: 15 REFLEKSI ALKITABIAH TENTANG ZIARAH HIDUP BATIN
Reviewer : Peng Kheng Sun
Review :

REFLEKSI MEMPERKAYA HIDUP BATIN


Dunia memang sarat dengan perubahan yang semakin lama semakin cepat. Akan tetapi, ada berbagai hal dalam kehidupan manusia yang tidak mengalami perubahan signifikan dari dahulu sampai sekarang, bahkan mungkin sampai selama-lamanya. Misal, dari dulu sampai sekarang manusia adalah makhluk yang sulit berubah, khususnya berubah menjadi lebih baik perilakunya. Selain itu, manusia juga masih mengalami berbagai konflik dalam berhubungan dengan orang lain. Manusia juga masih sering mengalami salah paham terhadap berbagai hal. Manusia juga tidak luput dari godaan. Bukankah semua hal tersebut yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari masih sama? Karena itu, kebenaran Alkitab masih relevan untuk diaplikasikan dalam hal-hal tersebut. Buku Mendulang Sabda: 15 Refleksi Alkitabiah tentang Ziarah Hidup Batin mengajak pembaca untuk refleksi berbagai kebenaran alkitabiah untuk memperkaya hidup batin. Dengan kata lain, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang alkitabiah dan mendalam dari renungan-renungan yang dikemas secara sederhana dan menyentuh dalam buku ini.

Buku karya Daniel K. Listijabudi ini berisi 15 renungan yang disajikan secara mendalam di bawah sorotan kebenaran firman Tuhan. Membaca buku ini membuat kita merenung, atau tepatnya berpikir mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan rohani kita. Misal, dalam renungan yang pertama yang berjudul "Menjadi Kupu-kupu" (halaman 1 sampai 9), penulis memaparkan secara apik konsep perubahan pikiran yang dimaksud Paulus. Perubahan yang dimaksud bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan juga esensi, substansi, pemahaman, dan sebagainya seperti halnya ulat berubah menjadi kupu-kupu. Penulis buku ini secara tepat mengambil metafora ulat menjadi kupu-kupu untuk menjelaskan ungkapan Paulus, "Berubahlah oleh pembaharuan budimu." Dengan membaca renungan ini, pembaca bisa merefleksi apakah kehidupan rohaninya sudah mengalami perubahan yang berarti dan alkitabiah.

Demikian pula dengan renungan yang berikutnya atau renungan kedua, yakni "Turun-Naiknya Relasi" (halaman 10 sampai 16). Dalam renungan ini kembali Daniel K. Listijabudi mengambil bahan renungan yang tepat, yakni selain menarik juga merangsang pembaca untuk berpikir secara mendalam mengenai relasi antarmanusia. Bagaimana dua tokoh mulia yang namanya tercatat dalam Perjanjian Baru, yakni Paulus dan Barnabas bisa bersimpangan jalan (halaman 11), bahkan mereka berselisih pendapat tanpa ada yang mau mengalah. Dengan membaca renungan yang kedua ini, pembaca menjadi sadar bahwa kemungkinan kita berbenturan dengan pihak lain selalu ada. Pertentangan dengan orang lain bisa terjadi karena perbedaan prinsip, persepsi, kepentingan, dan sebagainya (halaman 14-15). Dalam renungan mengenai relasi ini, pembaca bisa belajar dari kegagalan Paulus dan Barnabas, yakni bagaimana sampai terjadi benturan di antara mereka dan juga cara mereka menyelesaikan masalah tersebut.

Renungan-renungan yang lain juga sarat makna hidup. Keseluruhan renungan yang ditulis oleh Daniel K. Listijabudi ini merupakan refleksi alkitabiah yang akan memperkaya hidup batin pembaca. Buku ini amat cocok dibaca oleh setiap orang untuk berefleksi dan berpikir secara mendalam tentang kebenaran firman Tuhan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, buku ini juga ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, serta contoh-contoh yang relevan dan mengesankan. Buku ini bahkan lebih dari sekadar buku renungan, melainkan juga menyingkapkan banyak pelajaran berharga baik dari kisah Alkitab maupun kisah dalam kehidupan masa kini. Inilah salah satu keistimewaan buku karya Daniel K. Listijabudi ini.

-- Peresensi adalah seorang penulis yang tinggal di kota Pati.

Promo & Event
Daftar Berita